Sebuah Cerpen – LA

Tinggalkan komentar

Mei 18, 2014 oleh kikisenyo

LA

-Alam-

Apa yang kau sukai dari segala mahakarya Tuhan yang luar biasa di alam ini? Apakah sang matahari yang sombong? Apakah sang bulan yang tenang? Apakah bintang-bintang yang menawan? Atau adakah hal lain yang menarik perhatianmu?

Aku memandang alam sebagai wujud Yang Maha Mendengar – sifat yang diturunkan oleh Tuhanku. Alam diciptakan untuk mendengarkan kita; apakah itu kabar bahagia atau tidak.

Hal yang kusuka dari alam adalah hujan. Karena ia mendengarkan ceritaku dengan seksama, memberiku perasaan tenang, membelaiku dengan hembusan angin, membasahi tubuhku, dan penasaran dengan apapun ceritaku.

Malam ini aku bertemu hujan. Dia adalah salah satu teman terbaik yang kutemui. Selain itu, dia sangat usil! Seringkali ia menggelitikiku dan masuk ke dalam kamarku.

Kuceritakan pengalamanku hari ini padanya. Seperti biasa, ia mendengarkan apapun celotehanku mengenai apapun yang terjadi; seperti betapa bahagianya aku saat bertemu seorang bidadari – sang pujaan hatiku, ataupun betapa melelahkannya hari yang kulalui.

Selesai mendengarkan ceritaku, hujan pamit pergi. Mungkin masih ada orang lain yang ingin bertemu dengannya, mencurahkan segala isi hatinya. Hujan jarang ke rumahku. Kalaupun datang, selalu saja sebentar seperti malam ini.

Aku masih belum bisa tidur. Ada suatu hal yang mengganggu pikiranku.

 

-Salam-

Walaupun kunjungannya hanya sebentar, tapi hujan mengucapkan salam sebelum pergi. Itulah yang kusukai darinya. Ia memberi tanda sebelum datang, dan perlahan-lahan pergi memberikan perasaan tenang.

Pikiranku malam ini terganggu oleh sosok bidadari yang kukagumi, seorang gadis remaja pujaan hatiku, yang kurasa turun bersama hujan. Dia adalah cewek jutek yang berumur satu tahun lebih muda dariku.

Berbeda dengan hujan, aku menyukai perempuan itu malah karena dia tidak sopan. Dia tidak memberiku tanda sebelum masuk ke hatiku, karena tiba-tiba saja dia sudah ada di dalam, kemudian berkeliling di pikiranku. Kuharap dia tidak pernah ingin untuk keluar, karena aku senang menerimanya sebagai tamu di hatiku.

Eh, sepertinya terlalu lebay kalau aku mengatakan dia sebagai seorang bidadari. Ekspektasi umum kalian pasti dia sangat cantik, ‘kan? Padahal… ya cantik sih, tapi gak enak juga memanggilnya sebagai seorang bidadari. Mungkin bisa dipanggil sebagai “penyejuk hati”?

 

-Kelam-

Malam terus berlarut, hujan sudah pergi, dingin semakin menusuk, dan si penyejuk hati yang tidak sopan itu masih ada di hati dan pikiranku.

Rasa kantuk mulai menguasaiku. Kubaringkan diri di kasur dan mencoba tidur, tapi gagal. Kuhidupkan musik slow sambil memicingkan mata, tapi gagal. Kumatikan lampu dan menghitung domba, tapi masih saja gagal. Sepertinya aku merindukannya.

Kamarku sudah gelap. Di rumah ini hanya aku yang belum tidur. Kuraih handphone-ku, dan mengirim sebuah pesan singkat untuknya. “Hai, kamu sudah tidur? Selamat malam, semoga mimpi indah ya!” ujarku.

Lama menunggu dan tak ada balasan, sepertinya dia sudah tidur.

 

-Dalam-

Saat terus berusaha untuk tidur, tiba-tiba handphone-ku berbunyi. Balasan darinya!

“Lakukanlah apa yang menurutmu baik, selamat malam.” Ujarnya.

Itu adalah sebuah pernyataan yang sangat dalam. Aku menangkap maksud dari pesannya tersebut. Tapi, ada satu masalah, aku tak tahu harus membalas apa.

Lalu, kujawab dengan tegas di dalam hatiku, “Ok, akan kulakukan!”

 

-Malam-

Sulit sekali rasanya untuk tidur setelah mendapat pesan singkat darinya. Malam ini, aku harus membuat sebuah keputusan, demi melanjutkan hubungan ini dan membuatnya menjadi lebih baik lagi.

Hujan kembali datang, sepertinya dia tau aku masih butuh teman untuk bercerita. Hai hujan!

Ketika pikiranku buntu tak tahu harus membalas pesan singkat darinya itulah, cerita ini kubuat. Hanya ada satu hal yang ada dalam pikiranku saat membuat cerita ini, yakni aLAm, saLAm, keLAm, daLAm, dan maLAm. Ya, aku hanya memikirkannya malam ini! LA! (*)

 

Minggu, 18 Mei 2014, 00:55 WIB

Ditulis saat hujan lebat kembali datang

Tertanda, M. Rezki Achyana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: