Qurrata A’yuna Adrianus, Bersiap Berangkat ke Amerika

3

Juni 16, 2013 oleh kikisenyo

Qurrata A’yuna Adrianus

Bersiap Berangkat ke Amerika

Image

Hampir semua orang memiliki impian untuk menapakkan kakinya di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Tetapi tidak banyak orang yang bisa meraih impian tersebut. Beruntung, melalui program YES (Youth Exchange and Study) yang diprakarsai Bina Antarbudaya Indonesia dan disponsori oleh Department of State US, salah satu anak muda Sumbar bisa mewujudkan mimpinya itu. Adalah Qurrata A’yuna Adrianus, siswi cantik kelas XI IPA 7 SMAN 10 Padang, yang akan berangkat ke Amerika Serikat pada 6 Agustus mendatang.

                Program beasiswa YES memberikan beasiswa penuh kepada siswa-siswi di negara-negara dengan populasi muslim yang besar seperti Indonesia untuk bersekolah selama setahun di Amerika Serikat. Tujuan program ini adalah untuk mewujudkan mutual understanding dan saling mengenalkan budaya masing-masing antara Amerika Serikat dengan negara-negara muslim agar tidak terjadi kesalahpahaman atau rasa takut yang berlebihan.

Yuna, begitu panggilan akrabnya, lahir di Padang, 19 Agustus 1996 dari pasangan Adrianus Anwar dan Maini Evi Yanti. Yuna adalah seorang penyandang difabel yang kehilangan kedua kakinya saat gempa bumi dahsyat 7,9 SR mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu. Ia menjadi korban dari reruntuhan salah satu tempat bimbel di kawasan Tarandam, Padang.

Namun dengan kekurangan fisik yang disandangnya itulah yang justru membakar semangatnya untuk membuktikan pada dunia bahwa ia mampu bangkit dan menjadi orang yang bisa dibanggakan.

“Aku yakin, dengan keterbatasan ini, aku pasti memiliki kelebihan lain yang bisa kutunjukkan pada orang-orang sekitarku. Alhamdulillah, tahun ini aku bisa ke Amerika Serikat melalui program YES.” Ujar Yuna dengan senyum khasnya.

Yuna bisa mendapatkan beasiswa YES ini setelah mengikuti serangkaian seleksi bersaing dengan 9000 lebih siswa seluruh Indonesia. Dan untuk keberangkatan tahun ini, TP 2013/2014, hanya 85 orang siswa-siswi Indonesia yang berhasil lulus. Hebat, ya!

            Untuk provinsi Sumatera Barat, hanya ada lima orang kandidat yang berhak mendapatkan beasiswa YES ini. Selain Yuna, juga ada Kevin Ilham Kurniawan dari SMAN 1 Padang, Putri Rahma Wike dari SMAN 3 Bukittinggi, Natasha Baliani Hasibuan dari MAN 2 Padang, dan Randi Adi Karsa Putra dari Pesantren Hamka.

Yuna juga bercerita mengenai perjuangannya dalam mengikuti serangkaian seleksi yang diadakan Bina Antarbudaya Chapter Padang. Seleksi berlangsung sangat ketat, seleksi tahap satu, dua, dan tiga dilaksanakan di MAN 2 Padang, hingga menyisakan sepuluh peserta untuk diseleksi di nasional. Dari sepuluh kandidat tersebut, terpilihlah lima orang kandidat yang berhak mendapatkan program YES ini.

Pada awalnya, orang tua Yuna sempat tidak setuju ketika ia mendaftarkan dirinya mengikuti seleksi ini karena keterbatasan fisik yang dimilikinya. Tapi setelah meyakinkan orang tuanya, kini Yuna malah mendapat dukungan yang besar dari keduanya.

Berbicara mengenai persiapan sebelum ke Amerika Serikat, Yuna mengakui bahwa yang paling diperlukan adalah persiapan mental untuk menghadapi culture shock dan home sick. “Kalau barang-barang yang akan dibawa, sudah dipersiapkan kira-kira 50 persen.” Akunya.

Pada 16 Juni mendatang, Yuna beserta dua orang kandidat perempuan lainnya akan mengikuti Visa Camp di Jakarta, kemudian pada 26 Juli akan diadakan orientasi hingga keberangkatannya pada tanggal 6 Agustus.

Dalam menjalani kesehariannya, Yuna yang merupakan alumni SD Dian Andalas dan SMPN 8 Padang ini memegang teguh sebuah quote, yakni “Jangan hidup bila tidak bisa memberi banyak manfaat kepada banyak orang”. Karena itulah ia bercita-cita menjadi seorang programmer untuk menciptakan program yang berguna bagi banyak orang.

“Aku ingin menjadi programmer karena terinspirasi sosok idolaku, Steve Jobs, dia adalah orang biasa yang memulai hidup dari nol tapi dia berhasil mengangkat namanya melalui usaha dan invensi yang diciptakannya.” Ujar si pecinta tulisan dan fotografi ini.

Ya, Yuna sangat hobi menulis dan fotografi. Menurutnya, kedua hal tersebut dapat membuat jiwanya tenang dengan mengabadikan semua memori yang terjadi. Tulisan Yuna bahkan berhasil menyabet juara satu  dalam Lomba Menulis Artikel Sejarah Indonesia tingkat SMA se-Sumatera Barat yang diadakan Universitas Andalas pada 2012 lalu.

Yuna adalah pribadi yang mengesankan. Dengan keterbatasan yang dimilikinya, ia mampu menunjukkan bahwa ia adalah orang yang hebat, karena bisa bangkit dari keterpurukan. Sukses selalu untuk Yuna, semoga satu tahun di Amerika-nya sukses. Amin. (*)

 

M. Rezki Achyana

»

3 thoughts on “Qurrata A’yuna Adrianus, Bersiap Berangkat ke Amerika

  1. Larasati Tanjung mengatakan:

    Nggak nyangka, ternyata orangtua Yuna sempet nggak yakin tentang program ini tapi Yuna tetep semangat dan bisa sampe di sini… ini keren banget, Yuna emang pantes banget ada di USA sekarang :’)

    Jangan lupa kunjungi blog ini ya!
    indonesianexchangestudent.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: