Kustiawanto Halim, Returnee Kizuna (Bond) Program ke Jepang

Tinggalkan komentar

Juni 16, 2013 oleh kikisenyo

Kustiawanto Halim

Returnee Kizuna (Bond) Program ke Jepang

 

Image

            Ikon kita kali ini akan membahas Kustiawanto Halim, atau yang biasa dipanggil Wawan. Ia adalah siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Payakumbuh yang sudah diakui prestasinya. Wawan lahir pada 2 Maret 1996 di Payakumbuh, dari pasangan Johan dan Nathalia Kosasi.

Cowok ganteng yang murah senyum ini memiliki cara bicara unik dan pembawaann yang penuh humor, sehingga membuat banyak orang senang berteman dengannya. SMS bisa membuktikan hal ini saat bercengkerama dengannya pada Jum’at (3/4) lalu. Seluruh pertanyaan dijawab dengan baik, dan dengan sedikit candaan.           

Wawan adalah seorang computer freak yang bercita-cita menjadi computer programmer dan dokter. Menurutnya komputer itu seru dan asik, terutama memrogramnya. Karena dengan komputer dia dituntut berfikir runtut seperti cara kerja komputer. “Banyak org beranggapan bahwa para computer freak itu ga bisa sosialisasi, nah padahal kan enggak” ujar Wawan menganggapi paradigma tentang para computer freak.

Dalam kesehariannya, Wawan memegang teguh motto hidup “Berusahalah, maka pasti ada jalan keluar”. Motto tersebut sangat berpengaruh dalam kehidupan Wawan, yang bisa dilihat dari prestasi-prestasi membanggakan yang sudah diraihnya. Seperti pada 2007 lalu, ia berhasil menyabet juara 5 lomba Matematika tingkat provinsi Sumatera Barat yang diadakan Pasiad Turki, pada 2010 mendapatkan juara 2 Try Out SMP tingkat Kota Payakumbuh yang diselenggarakan salah satu bimbingan belajar, dan pada 2009 dan 2010, Wawan termasuk salah satu 10 best students pada Lomba Presentasi tingkat Kota Payakumbuh.

Selain itu, Wawan adalah peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) tingkat Nasional tahun 2010 di Yogyakarta, juara 1 lomba English Smart Quiz tingkat provinsi tahun 2011 di Lubuk Sikaping, dan peserta lomba Olimpiade Matematika untuk RSBI tingkat nasional tahun 2011 di Surabaya.

            Tidak cukup sampai disitu, sejak tahun 2012 hingga sekarang, siswa alumni SD Pius Payakumbuh dan SMPN 1 Payakumbuh ini terus menyemai prestasi. Diantaranya juara 1 olimpiade Komputer tingkat Kota Payakumbuh tahun 2012 dan 2013, serta menjadi peserta olimpiade Komputer tingkat Provinsi tahun 2012 dan 2013.

Pada akhir tahun 2012 lalu, Wawan termasuk salah satu kandidat nasional calon peserta pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dalam program Youth Exchange and Study (YES) yang diadakan Yayasan Bina Antarbudaya tahun 2012/2013. Program beasiswa ini memberikan beasiswa penuh kepada siswa-siswi Indonesia untuk bersekolah selama setahun di Amerika Serikat. Tujuan program ini adalah untuk mewujudkan mutual understanding dan saling mengenalkan budaya masing-masing antara Amerika Serikat dengan Indonesia agar tidak terjadi kesalahpahaman atau rasa takut yang berlebihan.

Setelah melalui serangkaian test, Wawan gagal di tahap akhir seleksi pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dalam program YES ini. Namun dia diberi kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar short term ke Jepang selama sepuluh hari melalui Kizuna (Bond) Program. Program ini merupakan bagian dari rencana rekonstruksi Jepang dan bertujuan mempromosikan pemahaman global upaya kebangkitan Jepang dalam menanggapi gempa dahsyat di wilayah timur Jepang.

            Kizuna (Bond) Program ini diberikan oleh Pemerintah Jepang kepada para pemuda di Asia-Oceania. Untuk Indonesia, peserta yang diberangkatkan pada 6 Januari 2013 lalu sebanyak 50 orang, dan hanya dua orang dari Sumatera Barat, yakni Wawan bersama rekannya, Oktafiani Tri Ananda dari SMAN 1 Padang.

            Di Jepang, Wawan mengunjungi Kota Kesennuma, Pulau Oshima, untuk melakukan observasi ke daerah bencana. Selain itu ia juga mengunjungi SD setempat, pabrik ikan, objek wisata Gunung Kameyama, dan berinteraksi dengan warga dan nelayan di sana. “Orang Jepang sangat ramah, pekerja keras, pantang menyerah, disiplin, dan sangat baik kepada tamu” ujar Wawan mengenai kepribadian orang Jepang seteah berinteraksi dengan mereka.

            Wawan mendapat banyak pengalaman berharga selama di Jepang. Seperti pengalaman mandi ‘Onsen’ di pemandian umum air panas, dan pertama kali merasakan salju. “Pengalaman sepuluh hari di Jepang dalam Kizuna (Bond) Program ini tidak akan bisa dilupakan. Aku mendapat kesan yang sangat bagus setelah kembali dari negeri Sakura tersebut. Kita perlu menumbuhkan kesadaran untuk menjadi maju seperti masyarakat Jepang. Rakyatnya juga sadar bencana, siap siaga, pemerintahnya lancar dan cepat dalam mendistribusikan bantuan.” Ujar Wawan kemudian.

            Saat ditanyai mengenai idola, Wawan menjawab ia sangat mengidolakan kedua orang tuanya. “Tanpa kedua orang tuaku, aku bukanlah siapa-siapa. Aku bisa seperti meraih segala mimpi dan cita-citaku karena dorongan dari mereka. Terima kasih Mama dan Papa, aku mencintai kalian.” Ujar Wawan mengakhiri pembicaraan. (*)

M. Rezki Achyana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: