My Experiences in Batam – Anak Berkebutuhan Khusus Saja Mencintai Negaranya, Bagaimana dengan Kita?

2

Agustus 9, 2012 oleh kikisenyo

Pagi ini, jadwal pelajaran kelas 6 SLB Putrakami adalah Pendidikan Kewarganegaraan, materi pembentukan Negara Indonesia. Gue adalah orang yang tidak terlalu ahli pelajaran IPS, tapi karena ini pelajaran kelas 6 SD, gue yakin bisa melakukannya.

Sebelum memulai materi, di halaman pertama ada perintah untuk menyanyikan salah satu lagu nasional kita, Garuda Pancasila.

Garuda Pancasila

            Akulah pendukungmu

            Patriot proklamasi

            Sedia berkorban untukmu

            Pancasila dasar Negara

            Rakyat adil makmur sentosa

            Pribadi bangsaku

            Ayo maju, maju

            Ayo maju, maju

            Ayo maju, maju

            Pas nyanyi ini, gue merinding banget! Apalagi ngelihat tiga siswa gue, Faiq, Nando, dan Alwan, bernyanyi dengan semangatnya mengikuti ketukan yang gue berikan. Terlihat kalau mereka, anak-anak autis, yang memerlukan sebuah penanganan khusus, juga mencintai negaranya, Indonesia. Ya, dengan melihat mereka bernyanyi saja gue udah tau kalau mereka juga punya jiwa nasionalisme yang tinggi.

Di materi ini, yang dibahas adalah semangat para pahlawan dalam mengusahakan kemerdekaan Indonesia. Mulai dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan semua kesimpulan sidang yang dilaksanakannya. Juga pembentukan panitia Sembilan dan kegiatannya. Tak lupa mengenai alasan pembubaran BPUPKI oleh pemerintah Jepang dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Hingga di akhir pelajaran membahas tentang Piagam Jakarta, dan perubahan sila pertamanya.

Dan sebelum keluar main, gue suruh mereka untuk melihat lambang Negara Indonesia, Burung Garuda yang tak pernah melepas semboyan “Bhineka Tunggal Ika”-nya. Pas gue tanya ke mereka tentang arti semboyan itu, Faiq menjawab dengan semangat, “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu, Pak!”.

Gue ngangguk, gue jelaskan ke mereka, bahwa dengan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, dengan banyaknya ras, suku, budaya, agama, warna kulit, dan lainnya, kita adalah satu kesatuan, warga Negara Indonesia. Gue juga suruh mereka untuk memberi satu contoh ke-Bhineka-an yang ada di kelas, dan Nando memberikan jawabannya, “Nando adalah seorang Budha, berbeda dengan Bapak, Alwan, dan Faiq. Tetapi walaupun kita berbeda, kita sama-sama orang Indonesia, yang harus tetap bersatu.”

Sumpah demi apa, lagi-lagi gue merinding di pelajaran ini! Jawaban Nando membuat jiwa nasionalisme gue yang ‘mungkin’ sudah agak lama terkubur bisa bangkit lagi. Jujur, setitik air mata tertahan di ujung mata gue, karena melihat di hadapan gue sendiri seorang anak autis berkebutuhan khusus dengan pintarnya menjawab seperti itu. Lo pasti juga bakal ngerasain hal yang sama seandainya ini ada di posisi gue, trust me!

            Setelah jawaban Nando, Alwan juga ikut memberikan pendapatnya. “Pak, aku tahu yang lainnya! Aku, Nando, dan Faiq adalah orang asli Kepulauan Riau, sedangkan Bapak adalah orang Padang, tetapi karena Bhineka Tunggal Ika, kita adalah satu!”

Oke, lagi-lagi gue merinding! Gue takjub melihat mereka. Dengan keterbatasan, mereka bisa menjawab seperti itu. Apalagi kalau mereka tidak mengalami keterbatasan?

Gue kembali melontarkan pertanyaan, “Apa kalian cinta dengan Indonesia?”

Mereka tersenyum sejenak, lalu berteriak dengan semangatnya, “Iya Pak! Kami cinta Indonesia!”

“Mengapa kalian bisa mencintai Indonesia?” tanya gue lagi.

“Karena segalanya, Pak. Karena segala yang ada di Indonesia membuat kami mencintainya.” Gantian Faiq yang jawab.

Sumpah gue benar-benar merinding! Dengan pelajaran PKn hari ini, gue jadi berpikir tentang satu hal. Kenapa kita sebagai orang yang ‘normal’ saja masih tidak mencintai Indonesia? Padahal anak-anak berkebutuhan khusus saja sangat mencintai Negara ini!

2 thoughts on “My Experiences in Batam – Anak Berkebutuhan Khusus Saja Mencintai Negaranya, Bagaimana dengan Kita?

  1. Nanda mengatakan:

    kikiiii, reading your story aja udah cukup untuk melihat ‘keyakinanmu’ itu kiii🙂
    sengaja visit blog kiki buat baca post ttg Kevin di SMS, dan accidentally nyampe di sini, jadi tertarik sama posts Batam Experiencesnya.. haha, salut banget lah sama orang yg rutin mengabadikan hal-hal berharga lewat tulisan niii :’) Keep writing ki! semoga nanda bisa gini jugaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: