My Experiences in Batam – Mengikuti Seminar Guru PAUD se-Kepulauan Riau

Tinggalkan komentar

Agustus 8, 2012 oleh kikisenyo

Mengikuti Seminar Guru PAUD se-Kepulauan Riau

            Sebelumnya gue minta maaf, karena postingan ini baru di update sekarang. Jadwal ngajar padat, jadi agak susah dapat waktu buat nulis. Hehehe. Yaudah, lanjut ke cerita aja ya..

Hari Minggu lalu, gue diajak sama host mom (Mama) untuk ikut seminar Pendidikan Guru PAUD se-Kepulauan Riau. Nah, di seminar itu Mama jadi salah satu narasumber untuk pengenalan Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK).

Seminar yang dihadiri oleh guru-guru PAUD se-Kepulauan Riau seperti Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Batam, Bintan, dan beberapa daerah lainnya ini dilaksanakan di Hotel Sari Jaya, Nagoya. Kegiatan seminar ini berlangsung dari tanggal 4-8 Agustus. Dan untungnya, Mama dapat jadwal pembicara hari Minggu! Yeay!

Presentasi yang ditampilkan oleh Mama dibuat sendiri olehnya, namun gue yang mendesain agar tampilannya lebih menarik. Di seminar itu gue diminta oleh Mama untuk jadi operator. Karena ini salah satu kesempatan bagus, pastinya gue terima dong!

Hari itu Mama dapat jadwal menjadi pembicara jam 2 siang. Namun karena ada beberapa kendala, jadinya diundur sampai jam setengah lima sore. Karena kami (gue, Mama, dan Tiara – host sister gue) kelihatan suntuk dengan seminar itu, akhirnya kami diajak Mama ke Nagoya Hill, salah satu mall yang dekat dengan lokasi seminar.

Pas balik ke hotel jam setengah lima sore, Mama langsung jadi pembicara, membicarakan anak-anak berkebutuhan khusus. Di presentasinya, Mama mengatakan dia sangat prihatin dengan hak untuk mendapatkan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus seperti autism yang sulit. Apalagi minimnya perhatian dari pemerintah.

Mama juga mengatakan bahwa setiap orang tua yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus memiliki harapan yang sangat besar pada anak-anaknya untuk menjadi anak yang berguna dan bisa membanggakannya.

Presentasi yang dibawakan Mama sangat menggugah hati setiap peserta seminar. Banyak yang menangis dibuatnya, karena Mama benar-benar memposisikan dirinya sebagai orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus. Banyak perjuangan yang dilakukan orang tua agar anaknya bisa bersosialisasi dan sejajar dengan anak-anak normal lainnya. Bahkan, di mata gue sendiri, ada setitik air yang terbendung saking mengharukannya presentasi itu.

Anak-anak berkebutuhan khusus juga sering dikatakan orang awam sebagai anak idiot. Padahal ‘idiot’ adalah salah satu bagian dari anak-anak berkebutuhan khusus tuna grahita. Anak-anak idiot adalah anak-anak yang benar-benar tidak bisa apa-apa, hanya bisa di tempat tidur dan membutuhkan pengasuh pribadi. Sedangkan yang selama ini disebut sebagai anak idiot oleh orang-orang adalah anak-anak autism yang memiliki potensi besar di dalam dirinya!

Ya, gue dapat banyak pelajaran baru hari itu. Bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah ‘orang lain’ yang harus dijauhi. Coba bayangkan kalau mereka adalah anak kita, apa perasaan kita sebagai orang tuanya saat dijauhi oleh orang-orang sekitarnya? Coba renungkan, dan kalian akan tahu kalau itu adalah hal yang ‘sangat’ sulit untuk kalian terima!

PS: Sekali lagi minta maaf, photonya nyusul yaa.. Card reader belum baik -___-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: