My Experiences in Batam – Terapi

Tinggalkan komentar

Juli 30, 2012 oleh kikisenyo

Terapi

            Gue nggak punya jadwal ngajar hari Jum’at pagi minggu lalu. Daripada duduk-duduk di kantor seharian, gue pergi main ke ruang terapi. Waktu itu ada Bu Iin sedang menangani Fahri, anak autism speech delayed.

Gue diperbolehkan masuk ke ruang terapi, karena ini salah satu program gue selama volunteering disini. Di ruang terapi, gue diminta untuk memahami anak-anak autism speech delayed. Ini juga salah satu training untuk gue, sebagai pemahaman terapi anak-anak berkebutuhan khusus.

Fahri mengalami kesulitan untuk mengucapkan kata-kata dasar seperti “apa”, “iya” dan “ibu”, serta huruf-huruf vocal seperti ‘aiueo’. Selama terapi, Fahri berkali-kali menangis, ini merupakan hal biasa karena dia adalah penyandang autism.

Cara terapi untuk anak-anak yang mengalami kesulitan berbicara seperti Fahri adalah dengan membantu mereka menggerakkan otot-otot rahangnya untuk menyebutkan huruf dan kata.

Selain berlatih bicara, Fahri juga diuji pemahamannya tentang dirinya sendiri. Dia ditanyai beberapa pertanyaan mudah seperti “Pegang kepalanya…”, “Mana tangan kanannya…?”.

Pengalaman menjadi volunteer ini memberi gue banyak pengalaman baru!😀

Gue nggak sempat ambil gambar Bu Iin dan Fahri, tapi gue punya foto Bu Iin menerapi Faiq, bertanya tentang tangan kanan dan kirinya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: