My Experiences in Batam – Sekolah Militer, Bram, dan Pesantren

Tinggalkan komentar

Juli 26, 2012 oleh kikisenyo

Sekolah Militer, Bram, dan Pesantren

            Bram, double placement gue, adalah siswa salah satu sekolah militer di Batam. Dia siswa pelayaran, dan dari ceritanya, sekolah disana keras banget.

Bram masuk sekolah pelayaran didaftarkan ayahnya. Ayahnya mengharapkannya masuk Angkatan Laut, karena Batam (Kepulauan Riau) adalah wilayah maritim dan dekat dengan perbatasan Singapore-Malaysia. Kata Bram sih, gaji AL itu ‘paling rendahnya’ 80 juta per bulan, makanya ayahnya ngebet banget masukin dia kesana, untuk ngubah nasib.

Di sekolah militer, Bram bilang pengajarnya nggak pandang bulu, nggak ada belas kasihan, karena disana yang dibutuhkan memang mental dan fisik yang kuat. Apalagi pengajarnya adalah tentara dan polisi. Salah sedikit, siswa akan dapat sanksi berupa pukulan, push up 100 kali, lari berkeliling, bahkan diceburkan ke laut selama tiga jam!

Oke, gue nggak bakal bikin tulisan ini terlihat mengerikan. Gue angkat topik ini karena ingin bercerita tentang Bram dan kehidupannya. Perawakan Bram adalah laki-laki kurus, tegap, tinggi, kulit terbakar matahari, dan pastinya BOTAK! Of course lah, anak sekolah militer!

Bram anak yang baik, tiap kali makan pasti nawarin gue, walaupun gue udah kekenyangan, lagi mual, bahkan satu detik setelah gue makan makanan yang sama dengannya.

[Situasi: Buka puasa]

Gue selesai makan duluan daripada host family yang lain. Gue ke dapur, cuci piring, gelas, dan sendok, trus balik lagi ke ruang makan. Setelah duduk, Bram langsung nawarin gue makan, “Ki, makan?”. -_-

“Kan barusan udah selesai, Bram -_-”

“Oh iya..”(dia lanjut makan lagi)

(*)

Tiap malam, gue sama Bram selalu bareng ke masjid untuk sholat tarawih. Di jalan, dia selalu jalan layaknya PBB. Langkah tegak lurus, belok kanan, belok kiri, serong kanan, serong kiri, jalan di tempat, dan berhenti. Gue nggak pernah ngerti sama dia, kenapa bisa semiliter itu sikapnya? Gue sering bilang ke dia, kalau di sekolah gue ada ekskul PBB, dan anak-anak PBB nggak sefanatik itu banget dalam berjalan -_-

Tiap lagi santai, Bram pasti nggak pernah berhenti cerita tentang sekolahnya. Tentang semua teman-temannya, tentang semua hukuman yang dijalaninya, tentang semua hal mengenai polisi, tentara, dan militer. Tentang semua gurunya, tentang semua laut di kepulauan Riau yang mau dijelajahinya, dan tentang semua hal lainnya.

Oh ya, Bram adalah lulusan pesantren. Makanya nggak heran kalau dia selalu mengoceh dalam bahasa Arab, nggak berhenti ngaji, tiap sebentar azan, cerita tentang Nabi, dan lain-lainnya. Ya, sama seperti militer, Bram juga fanatik dengan Arab.

Tiap malam, selesai sholat tarawih, Bram langsung sembunyi di kamar dan baca Al-Qur’an, bisa sampai tiga jam. Gue salut sama dia, imannya kuat banget!

Dia juga baik, selalu ngurus Mbah, ibunya Pak Pendi. Gue langsung bisa nebak dia care ‘banget’sama Mbah dari penolakannya ke gue. Hari pertama di rumah, gue ngajak dia tidur bareng gue di lantai dua. Dia nolak, dengan alasan menemani Mbah. Oh yaudah deh, dia sayang banget sama Mbah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: