Surat Rindu

Tinggalkan komentar

Juni 30, 2012 oleh kikisenyo

Surat Rindu
Karya: M. Rezki Achyana

Image

Tujuh hari, enam hari, lima hari, empat hari.
Tiga hari, dua hari, dan hari ini.
Tiap hari aku menghitung mundur untuk perayaan ini.
Perayaan ulang tahun orang yang kucinta!

Tanggal tujuh belas, delapan belas, sembilan belas, dua puluh.
Tanggal dua puluh satu, dua puluh dua, dua puluh tiga, dan dua puluh empat.
Aku terus menunggu datangnya hari ini.
Hari kekasihku dilahirkan!

Tahun dua ribu delapan dan dua ribu sembilan.
Kita saling kenal, saling berbagi kasih.
Tahun dua ribu sepuluh, dua ribu sebelas, dan dua ribu dua belas.
Aku terus mengenang dan memutar memori.

Umur tiga belas, kita merayakannya bersama.
Umur empat belas, kita merayakannya bersama, dan black forrest itu!
Umur lima belas, aku terpaku, tanpa perayaan bersamamu.
Umur enam belas, juga tak mungkin kehadiranmu.

Sudah banyak tulisan kubuat untukmu.
Sudah banyak doa kuhantarkan padamu.
Sudah banyak pesan cinta kukirimkan.
Sudah banyak kenangan.

Belasan orang mencoba menggantimu di sini.
Berusaha merayu dan menggodaku.
Berlaku baik mencari perhatianku.
Tapi, cinta pertama memang tak bisa dilupakan, bagaimanapun itu.

Tiap kali aku kesini, ke tanah ini.
Tubuhku gemetar, ingin kembali memelukmu.
Tiap kali kutebar bunga disini, di tanah ini.
Tubuhku lesu, ingin kembali menggenggam tanganmu.

Hatiku sudah lemah, tapi aku terus berusaha untuk kuat.
Hatiku sudah hancur, tapi perasaan itu tetap bertahan di setiap remukannya.
Hatiku sudah berkeping, tapi namamu masih ada di setiap pecahannya.
Hatiku sudah bergejolak, tapi ingatan tentangmu masih diam disana, memanggilku.

Hari ini, puncak kerinduan itu datang.
Ingin rasanya memencet jerawat di pipimu lagi.
Ingin rasanya bernyanyi ‘My First Love’-nya Nikka Costa lagi.
Ingin rasanya menyontek LKS Sejarahmu lagi.

Aku kembali teringat saat kita terjatuh berhimpitan di kelas saat pulang.
Aku kembali teringat saat makan batagor bersama di kelas saat keluar main.
Aku kembali teringat saat kita membaca ensiklopedia kartun bersama di GOR saat hujan.
Aku kembali teringat saat kita makan sate di hari Rabu itu, kamu sengaja datang terlambat.

Pukul tujuh malam, delapan malam, sembilan malam.
Pukul sepuluh malam, sebelas malam, dan tepat tengah malam tanggal dua puluh empat.
Aku tersenyum haru sambil menulis ini, sembari berujar “Happy birthday Tika”
Dan lagu ‘My First Love – Nikka Costa’ terus saja mengalun, menambah kerinduan ini.

Hingga hari ini, sudah 919 hari sejak 17 Desember 2009 Tika ke kedamaian.
Sudah terlalu lama kita tak tertawa bersama.
Sudah terlalu lama aku tak melihat senyummu.
Sudah terlalu banyak tekanan yang kuterima.

Tika, aku sangat merindukanmu!
Tika, aku sungguh merindukanmu!
Tika, aku begitu merindukanmu!
Tika, aku benar-benar merindukanmu!

Padang, 24 Juni 2012, 00:28 WIB
919 hari sejak 17 Desember 2009 Tika ke kedamaian.

PS: Puisi ini benar-benar membuatku menangis. Aku sangat merindukanmu, sayang. :’*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: