Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya

2

Juni 29, 2012 oleh kikisenyo

 

Image
 
Kita semua pasti pernah mendengarkan ada  orang bijak yang menyampaikan sebuah pesan moral melalui sebuah cerita. Dengan cerita, pesan moral tersebut disampaikan tanpa menggurui, dan  orang tidak merasa tersinggung.
 
Memang tidak banyak orang yang mampu melakukan hal ini, dan orang yang bisa melakukan ini adalah orang dengan talenta yang luar biasa, dan pasti datangnya hanya dari Tuhan semata.
 
Mengapa sebuah cerita jadi menarik ? Ya karena dengan mendengarkan atau membaca cerita, kita menjadi senang, seperti ketika kita masih anak-anak pasti akan senang mendengarkan guru kita bercerita, apalagi ceritanya seru, kita bisa terhanyut.
 
Barangkali Ajahn Brahm berpikir demikian ketika menulis buku  “Opening  the Door of Your Hearth “ dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul  “SiCacing dan Kotoran Kesayangannya”  (Hak cipta terjemahan oleh Awareness Publication, 2009). Buku ini sarat dengan cerita yang seru dan menggelitik.  Buku yang memuat 11 pesan kehidupan yang dikemas dalam 108 cerita yang menarik.
 
Kesebelas pesan tersebut adalah tentang kesempurnaan dan kesalahan, cinta dan komitmen, rasa takut dan rasa sakit, kemarahan dan pemaafan, menciptakan kebahagiaan, masalah kritis dan pemecahannya, kebijaksanaan dan keheningan batin, pikiraan dan realita, nilai-nilai dan kehidupan spritual, kebebasan dan kerendahan hati,  dan terakhir  tentang penderitaan dan pelepasan. Hampir semua sisi kehidupan terungkap di buku ini. Jika  pesan itu kita ibaratkan menu maka kita tinggal memilih menu yang sesuai dengan tantangan hidup yang sedang kita alami.
 
Saya sangat kagum dengan penulisnya. Pengalaman hidup yang sangat banyak menjadi kekuatan dari buku ini. Bagaimana tidak, ia adalah seorang fisikawan lulusan universitas terkenal di Inggris yang kemudian memutuskan untuk menjadi penganut Budha dan menjadi bhiksu di pedalaman Thailand. Sekarang beliau adalah seorang kepala wihara di Australia.
 
Cerita yang disajikan adalah pengalaman pribadi yang dialami oleh Ajahn Brahm ketika menjadi bhiksu junior, senior dan kepala bhiksu. Perjumpaannya dengan sesama bhiksu dan masyarakat yang minta dilayaninya adalah sumber utama dari cerita tersebut.  Setiap cerita pengalaman hidupnya disintesa untuk kemudian ditarik menjadi sebuah pesan moral kepada pembaca.
 
Sebagai contoh,  ketika dia ingin memberikan pesan bahwa ketika kita ingin mengerjakan sesuatu sekalipun berat itu adalah mudah, yang  berat itu justru ketika kita memikirkan terus bagaimana mengerjakannya. Pesan ini dikemas dalam cerita angkut mengangkut tanah di vihara dimana Ajahn Brahm menjadi bhiksu junior.
 
Walaupun demikian ada beberapa cerita dimana pembaca diminta untuk menarik kesimpulan sendiri tentang pesan moral. Bagian ini menjadi sebuah tantangan bagi pembaca untuk ikut merenung, apa kira-kira yang dimaksud oleh penulis. Menjadi sebuah kebahagian tersendiri ketika kita menemukan pesan tersebut dan sambil tersenyum kita akan berkata “O,  ini to yang dimaksud”.
 
Akhirnya saya mendapat pelajaran berharga, mencatat pengalaman dalam hidup ini  untuk kemudian di bagikan kepada semua orang yang barangkali membawa  manfaat, paling tidak buat anak cucu kita. Selamat berbagi cerita kepada semua orang. (*)
 
M. Rezki Achyana

2 thoughts on “Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: