Yulia Oksi Yulanda – Jagonya Berdebat

Tinggalkan komentar

Februari 3, 2012 oleh kikisenyo

Yulia Oksi Yulanda, Jagonya Berdebat

            Ikon kita kali ini akan membahas Yulia Oksi Yulanda, atau yang biasa dipanggil ‘Adek’. Ia adalah siswi kelas X.3 di SMAN 3 Padang yang sudah diakui prestasinya. Adek lahir pada 11 Oktober 1996 di Salido, dari pasangan Yusnaini dan Marzufli.

Siswi cantik yang murah senyum ini adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Cara bicaranya yang unik, dan pembawaannya yang penuh humor, membuat banyak orang suka berteman dengannya.

Adek bercerita banyak mengenai prestasinya pada SMS saat ditemui di Taman Budaya Padang, Minggu (15/1) lalu. Prestasi Adek lebih banyak menjurus ke arah jurnalistik, mengingat ia memang menyukai dunia tulis menulis sejak dulu.

Prestasi pertamanya adalah juara 1 cipta cerpen FLS2N tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2010. Dilanjutkan dengan prestasi yang lebih membanggakan di tahun yang sama, yakni juara 3 cipta cerpen FLS2N tingkat Nasional.

Selain menulis cerpen, penggemar Agnes Monica dan Celine Dion ini juga ahli dalam berdebat. Terlebih debat dengan tema ‘Anti Korupsi’. Semenjak di SMAN 3 Padang, Adek bersama tim debatnya, Rani Aulia Dwi Nanda dan Harpha Nanda, sudah memenangkan dua perlombaan debat anti korupsi. Yakni juara harapan 1 Lomba Debat Anti Korupsi IKASMANTRI 2011, dan juara 2 Lomba Debat Anti Korupsi PEKANTORAN Unand 2011. Tentu, ini adalah sebuah kebanggan tersendiri untuk Adek.

Walaupun banyak prestasi non-akademis yang berhasil diraih Adek, namun tidak berarti prestasi akademisnya tertinggal. Ia bahkan berhasil menjadi juara dua di kelas X3 saat penerimaan rapor semester 1 lalu. Sungguh hebat, bukan?

Adek juga lihai berorganisasi lho, sobat! Terbukti, ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMPN 1 Painan dengan masa jabatan tahun 2010 lalu. Dan kini, ia sedang aktif menjadi anggota untuk sebuah sanggar jurnalistik di Kota Padang.

SMS juga sempat mewawancarai Adek mengenai pandangannya terhadap hukum yang dijatuhkan kepada seorang anak di bawah umur. Dan dengan lancarnya ia menjawab, “Hal ini sangat tidak etis, karena pelaku masih kecil. Kalaupun dia melakukan tindak kriminal, pasti banyak faktor yang mempengaruhinya, dan dia sendiri masih belum bisa menyeleksi hal-hal itu. Jadi, alangkah lebih baiknya jika dia diberi pendidikan sosial saja, yang dilakukan dengan benar. Daripada diberi hukuman penjara, dia sendiri belum tentu bisa mengambil pelajaran dari kurungan tersebut.”

Menutup perbincangan hari itu, Adek yang juga jago menyanyi ini menuturkan motto hidupnya. “Hidup mungkin membuatmu terpuruk, tapi kau bisa memilih untuk bangkit atau tidak. Karena hidup itu adalah pilihan.”.

M. Rezki Achyana

SMAN 3 Padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: