Congklak

Tinggalkan komentar

April 25, 2011 oleh kikisenyo

Ada yang tahu permainan tradisional yang satu ini? Hmm.. Pasti tidak sedikit dari sobat  semua yang sudah pernah memainkannya, bukan? Ya, permainan sederhana namun menghibur ini, dulu sangatlah populer di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak. Tapi, sekarang, kemana perginya permainan ini? Semudah itukah congklak hilang dari sejarah permainan anak Nusantara?

Congklak adalah permainan yang membutuhkan 98 buah kerang kecil yang biasa disebut dengan nama “kucing”, yang nantinya akan dibagikan ke kedua orang pemain masing-masing 49 buah kucing. Lalu, masing-masing pemain meletakkan 7 kucing-nya di sebuah papan panjang yang memiliki lubang untuk meletakkan kucing yang disebut “lumbung”. Sebuah lumbung memiliki 16 lubang, yang digunakan oleh dua orang pemain masing-masing tujuh lumbung dan satu-nya lagi yang merupakan lumbung paling besar untuk meletakkan kucing-kucing yang diperoleh dari lumbung milik lawan. Satu buah lumbung hanya boleh diisi dengan 7 buah kucing.

Permainannya pun sangatlah mudah. Pemain yang menang dalam adu suit sebelum permainan ini dimulai, cukup memindahkan satu per satu kucing-nya ke lumbung yang berada di sebelah kiri atau kanan dari tempat mengambilnya. Perputarannya adalah searah dengan arah jarum jam. Setelah kucing yang dipindahkan dari lumbung pertama tadi sudah habis ditangan, kalau kucing terakhir berhenti di sebuah lumbung yang berisi kucing, walaupun berakhirnya di lumbung milik lawan, pemain itu masih memiliki kewajiban untuk memindahkan kucingnya. Lalu, jika kucing terakhir berhenti di lumbung kosong, kalau ada di daerah milik lawan, berarti perjalanan kucing kita cukup sampai disitu dan harus bergantian dengan lawan. Namun, kalau berhentinya di lumbung kosong milik kita, jika ada kucing milik lawan di atasnya, kita berhak mengambil kucing milik lawan itu beserta kucing terakhir tadi untuk dimasukkan ke lumbung terbesar kita. Dan hal ini berbanding terbalik jika kucing terakhir yang kita miliki berhenti di lumbung milik kita, namun di atasnya lawan tidak memiliki kucing, alias lumbung kosong, berarti kita masih kurang beruntung karena tidak memiliki hasil setelah berputar mengelilingi papan lumbung beberapa kali.

Nah, permainan yang secara tidak langsung mengajarkan kita untuk sukses dalam berbisnis dan mencari peluang ini, adalah salah satu dari banyak permainan tradisional Nusantara yang sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda Indonesia yang seharusnya tetap menjaga kebudayaan asli negara kita ini. Jangan sampai, nanti disaat permainan ini sudah diklaim oleh negara lain, barulah kita protes dan menyatakan kalau congklak adalah milik kita. Jadi, bagaimana kalau kita kembali memainkan congklak? Selain menyenangkan, kita bisa sekaligus melestarikan budaya kita ini. Permainan ini bahkan lebih bermanfaat daripada bermain game online di internet!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: